Wednesday, October 11, 2006

Move To..."

Blog saya dengan ini resmi pindah ke "sini"

sila klik, kasih komen, asal jangan diacak2 ajah.. :)

Ah.. tapi siapa yang peduli yah...

cuman pengumuman kok ;)

so.. cu there..

Wednesday, September 20, 2006

RAMADHAN HAMPIR TIBA .......

Kepada seluruh rekan-rekan, 

Saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, dengan hati yang tulus mohon maaf lahir dan bathin baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, melalui ucapan ataupun tulisan, semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. 
Semoga di bulan Ramadhan nanti kita dapat saling menjaga satu sama lain, agar dapat menjalankan ibadah dengan sempurna. 
AMIN..

HAVE A NICE RAMADHAN


Ramadhan2

Friday, September 15, 2006

NASIHAT RASULULLAH JELANG RAMADHAN

Diriwayatkan Oleh Ibnu Huzaimah, Rasulullah memberikan nasihat menjelang Ramadhan :

"Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan
membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi
Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya
adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam
yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan
oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah,
amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah
. Bermohonlah kepada Allah
Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu
untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung
ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu,
sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu,
tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan
pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah
anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu
untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling
utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh
kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka
ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka
berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu,
maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena
beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa
Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak
akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan
Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang
mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama
dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa
yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: "Ya Rasulullah! Tidaklah
kami semua mampu berbuat demikian."

Rasulullah meneruskan: "Jagalah dirimu dari api neraka walaupun
hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya
dengan seteguk air."

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan
berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki
tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki
tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan
meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan
kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia
berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini,
Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa
menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan
menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan
rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan
shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari
api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti
melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak
shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada
hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu
ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada
bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka
mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak
akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah
agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata:
"Aku berdiri dan berkata: "Ya Rasulullah! Apa amal yang paling
utama di bulan ini?" Jawab Nabi: "Ya Abal Hasan! Amal yang
paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan
Allah".

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang
senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada
suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah
menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu
tathawwu'."

"Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan
kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu
fardhu di dalam bulan yang lain."

"Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah
pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul
muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di
dalamnya."

"Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa,
adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan
kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu
memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun
berkurang."

Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki
makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah
Rasulullah saw, "Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi
sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu."

"Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan
akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari
budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah
mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka."

"Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan;
dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi
kamu sangat menghajatinya."

"Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa
tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara
yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari
neraka."

"Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya
Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman
yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke
dalam surga."

Thursday, August 10, 2006

Oh I miss you, you know

Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh I miss you, you know

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two
“I’m fine baby, how are you?”
Well I would send them but I know that it’s just not enough
My words were cold and flat
And you deserve more than that




Home - Michael Bublé

hi kasep

Hehehe... kemarin dapet "kiriman" dari si aa', gaya narsis di helipadnya wisma mulia... duuuh, posenya ga nahan xixixixi... tapi meuni kasep... :p

hi kasep.. *winks-winks*

tadinya mau diposting di blog ini, cuman berhubung ada yg memohon2 banget :p.. (plus saya-nya takut dimusuhi artis *halaah*) akhirnya batal deh... hihihi..

dipasang diblog ga boleh, tapi boleh kan klo saya cetak trus dipajang dikamar, sambil di-aku2 aaah... "ini loh pacar saya"  --- **doooh ngareeep....mimpi kali yeee..**

Thursday, July 27, 2006

hapus aku

lagi suka sama lagu nidji yang hapus aku... gw banget gitu loh.. hihihi...
terutama pas bait: "yakinkan aku Tuhan...dia bukan milikku..biarkan waktu..hapus..."


Hapus Aku - Nidji

Kutuliskan kesedihan
Semua tak bisa kau ungkapkan
Dan kita kan bicara dengan hatiku

Buang semua puisi
Antara kita berdua
Kau bunuh dia sesuatu
Yang kusebut itu cinta

Reff:
Yakinkan aku Tuhan
Dia bukan milikku
Biarkan waktu waktu
Hapus aku…

Sadarkan aku Tuhan
Dia bukan milikku
Biarkan waktu waktu
Hapus aku…



saya mencoba meyakinkan diri bahwa dia bukan untukku..berusaha menepis bayang, menghiraukan angan --- tapi tetap ga bisa.........karena saya tau pasti bakal gimana ini berakhir... not a happy ending story..

S-ku sayang... bantulah aku melupakan mu..
yakinkan diriku bahwa kau bukan untukku..
sadarkan aku bahwa kau bukan milikku..

Friday, July 21, 2006

happy b'day Pap's

   

             

 

Met Ultah ya Paps' ku tersayang
semoga tambah sukses dalam mengisi hari
bertambah ketakwaan terhadap Illahi


selamat menikmati hari pensiun  **duh, jadi pengen pensiun juga hihihi**
doain moga anak2nya bisa "menyenangkan hati - mendamaikan jiwa" , bisa sukses dan yang penting doain moga cepet ketemu soulmate-nya... ;)) --- ** intinya sih biar cepet married lah**



Love you a lot Pap's.
happy 56' belated b'day


Thursday, July 20, 2006

Yang sempurna yang terpilih

Yang Sempurna Yang Terpilih

Masih ingat jaman dulu ketika duduk di bangku Taman Kanak-Kanak? Setiap menjelang pulang para guru berdiri di depan dengan kalimat yang khas, Siapa yang duduknya paling rapih pulang duluan, seketika seluruh kelas hening tak bersuara, duduk dengan sikap paling sempurna, mulut tertutup rapat dengan tangan kanan dan kiri saling menindih di atas meja. Berdebar-debar menunggu siapa yang dinilai paling sempurna sikapnya dan disebutkan namanya untuk dibolehkan keluar kelas paling pertama. Ketika nama saya tak disebut, melainkan nama yang lain, saya mencoba lebih menyempurnakan sikap. Mungkin saja posisi tubuh saya belum tegap, atau tangannya tidak terlipat sempurna.

Tak hanya saya, teman lain yang tak dipanggil hingga panggilan kesekian pun semakin gelisah sambil terus memperhatikan letak duduk, posisi tubuh, hingga mata yang ditahan-tahan tak berkedip untuk menunjukkan sikap sempurna. Barulah senyum mengembang ketika nama disebut sambil melirik ke arah bangku kelas, karena ternyata masih ada beberapa teman tertinggal di belakang. Bangga sedikit boleh, tapi belum puas karena tidak menjadi yang paling sempurna.

Keesokan harinya, ketika masuk kelas sudah berpikir untuk bersiap-siap jika menjelang pulang nanti harus bersikap jauh lebih baik, jauh lebih sempurna dari kemarin. Alhasil, meski tidak juga menjadi yang pertama, tetapi lebih baik dari kemarin. Terus hingga hari berikutnya pun sikap sempurnanya diperbaiki lagi hingga pada suatu hari mendapat kesempatan untuk keluar kelas urutan pertama. Bangga, pasti. Senang, jelas. Karena dari hari ke hari berupaya untuk menjadi yang paling sempurna tercapai di hari itu.

Di lain masa dan di lain tempat, hukum kesempurnaan itu terus berlaku. Teringat saat mengaji di kampung, Pak Ustadz akan mengizinkan para santri pulang ke rumah setelah menghapal salah satu Surah pendek yang sudah ditentukan satu hari sebelumnya. Siapa yang sudah hapal dipersilahkan maju untuk diuji. Lancar dan bagus bacaannya, boleh pulang. Jika terbata-bata, silahkan duduk dan pelajari lagi sambil menunggu giliran berikutnya. Bagi yang tidak hapal, harap pasrah pulang paling akhir plus dengan sedikit omelan Pak Ustadz.

Setiap kali seorang santri tengah diuji hapalannya, santri yang lain komat-kamit menghapal, sementara lainnya memperhatikan bacaan santri yang sedang diuji sambil berdebar-debar menunggu giliran. Santri yang sudah teruji, tak jarang menjadi contoh dan dipuji Pak Ustadz. Bangga, tentu saja lantaran hari itu ia menjadi yang pertama mampu melewati ujian. Seorang teman satu pengajian pernah mengisahkan kegembiraannya setelah terpilih mewakili pengajian kami untuk lomba hifdzil quran (hapalan quran). Meski pun tidak menang dalam perlombaan itu, terpilh untuk mewakili pengajian kami pun sudah prestasi luar biasa baginya.

Hukum kesempurnaan ini akan berlaku kapan pun dan di mana pun. Kesempurnaan dimaksud adalah bukan titik puncak dari apa yang bisa dilakukan seseorang. Melainkan sebuah upaya maksimal yang mampu diusahakan, ianya diperoleh melalui proses panjang yang melelahkan. Kesempurnaan bisa dicapai dengan akal pikiran, kerja keras yang tak kenal menyerah. Seorang siswa terpilih menjadi siswa teladan bukan hanya karena nilainya tertinggi, melainkan juga dinilai dari aspek lainnya seperti sikapnya terhadap guru dan teman, kepemimpinannya di kelas, kedisiplinan, kerapihan, kebersihan, dan kecakapan lainnya yang di atas rata-rata teman satu sekolahnya.

Seorang karyawan di sebuah perusahaan akan mendapat promosi bukan saja karena hasil kerjanya yang memuaskan selama satu tahun. Para atasannya juga melihat kedisplinan serta hubungan baiknya dengan sesama karyawan sehingga mampu menciptakan semangat kerja sama yang bagus. Sama halnya dengan orang tua yang tak segan-segan memberi hadiah kepada anaknya yang rajin, cerdas dan taat menjalankan perintahnya.

Karenanya, berusahalah terus untuk menjadi lebih baik dan lebih sempurna. Kalau kita bisa menapak anak tangga ke seratus, kenapa harus berhenti di anak tangga ke tujuh puluh? Kalau sanggup mendaki Mount Everest, kenapa hanya bukit kecil? Kalau sanggup menyelesaikan dua-tiga pekerjaan dalam sehari, kenapa hanya satu? Kalau sanggup mendapat nilai A dalam ujian, kenapa hanya berusaha mendapatkan B?

Allah itu sempurna, maka dekatilah Dia dengan cara yang sempurna. Sebagai hamba kita harus beribadah dan bekerja secara sempurna. Perbaikilah semua yang masih bisa diperbaiki, sempurnakan segala yang seharusnya bisa lebih sempurna. Bukankah orang-orang yang akan menghuni surga Allah adalah orang-orang terpilih? Jadilah sempurna, agar kita menjadi orang-orang terpilih. Insya Allah






(bayu gawtama/milist: livingschool_community@yahoogroups.com)

Monday, July 17, 2006

ada apa dengan waktu?

wah... dah lama juga ga corat-coret disini, sebenarnya sih baru beberapa hari yg lalu saya posting tulisan, tapi sepertinya bukan tulisan yg benar2 saya tulis, tapi tulisan yg saya ambil dari (entah) milis atau majalah online, atau artikel... ga tau kenapa akhir2 ini saya seperti kehabisan waktu, dan waktu seperti tidak bersahabat dengan saya. Ada apa dengan waktu?

Pun ketika temen lama saya menelpon kmrn, sebenarnya berita gembira yg dia sampaikan, yupps... akhirnya dia menikah juga ---- minta alamat rumah saya krn dia pengen ngirim undangan.... saya cuman berjanji akan ngasih detailnya via sms... tapi sampai saat ini saya pun belum memenuhi janji yg saya buat... gara2 nomor saya diblokir ---- telat bayar :(  pdhal teknologi sudah memungkinkan untuk apa aja, tapi tetap aja saya blom sempat buat melunasi tagihan pembayaran... duuh, ada apa dengan waktu?


Apakah saya yg malas, atau saya terlalu terjebak dengan rutinitas? kayaknya sang waktu yg perlu disalahkan... gara2 berlalu terlalu cepat...
hmmm.... benarkah demikian?


"semoga saya bukan termasuk orang yg merugi" 

Married ?? --- Yes. You should married as soon as possible

---- Yang udah punya pasangan, let's think about it (tapi jangan karena e-mail ini jadi asal2an ya). Bagi yang belum punya, kita semua doain supaya cepat menemukan pujaan hatinya ---
(dari milis sebelah)
  

 
Dear friends,
 
Saat membaca email teman kita tentang married, saya tersentak dan tersentuh.  Kenapa?  Karena sampai email ini saya buat, saya juga belum married.  Tapi... pertimbangkan kalkulasi berikut yang membuat kita perlu menghitung ulang dan menyusun ulang rencana pernikahan kita.
 
Berdasarkan masukan dan kalkulasi realistik dan logis itu pulalah, saya memutuskan untuk segera memilih, mempersiapkan dan menikah.
 
Pernah liat temen kita kehilangan orang tuanya karena beliau sudah lanjut usia padahal kita masih terlalu muda dan belum siap di tinggal mati orang tua?  Well.. sebenernya ini tidak perlu terjadi.
 
Tuhan memang punya rahasia yang tidak diketahui oleh mahluk hidup manapun tentang waktu kematian kita dan cara kita mati.
 
Tapi... Tuhan sudah membuat garis rata-rata usia manusia di suatu wilayah dan itu bisa di buat angka statistiknya.
 
Sekarang, ijinkan saya memaparkan masukan yang saya terima dari seorang bijak di masa lalu yang menasehati saya untuk segera menikah.
 
Dia bilang,
 
Berapa Umurmu sekarang?
Saya bilang, 30 tahun.
 
Menurutmu, kapan kamu akan menikah?
Mungkin saat usiaku 35 tahun karena baru pada saat itulah saya mungkin siap secara finansial dan segalanya.
 
Apa kamu sudah mempertimbangkan segala hal yang akan terjadi di masa yang akan datang kalau kamu baru menikah di usia 35 tahun?
Saya diam sejenak dan dengan jujur saya bilang.  Belum.
 
Lalu dia melanjutkan
 
Kamu sekarang pegawai di sebuah lembaga yang cukup mapan dan bonafit.  Kapan kamu pensiun.  Usia 55 tahun, kan?
Saya bilang, YA.
 
Nah... sekarang, mari kita berhitung.
Kamu nikah umur 35. Berarti kamu punya waktu 20 tahun nabung dan sebagainya sebelum kamu pensiun.  Katakanlah kamu langsung punya anak setelah 1 tahun nikah, dan saat itu usiamu 36 tahun.  Berarti saat kamu pensiun di usia 55 tahun, anakmu baru berusia 19 tahun.  Baru usia anak SMA yang baru mau masuk kuliah dan butuh biaya besar. 
 
Apa kamu yakin selama masa kerjamu kamu punya tabungan yang cukup untuk anak, istri dan keluargamu?
 
Katakan 3 tahun setelah anak pertamamu lahir, anak keduamu menyusul hadir di tengah2 keluarga.  Saat anak keduamu lahir, kamu sudah berusia 39 tahun. Saat kamu pensiun, anak kedua-mu baru berusia 16 tahun.  Bahkan sweet seventheen juga belum...!
 
Saya termenung dan tersentak.  Apa yang akan terjadi dengan anak-anakku kalau saya sudah pensiun disaat mereka justru sedang butuh banyak sekali uang untuk mengukir masa depannya?
 
Dalam keadaan masih bingung, saya bilang : kalau gitu... saya harus ambil kerja sampingan untuk menutupi kekurangan yang mungkin timbul.  Saya akan jadi pegawai kantoran sambil wirausaha.
 
Tapi dia terus bilang,
 
Apa kamu yakin itu keputusan yang baik?  Mengerjakan 2 pekerjaan besar di waktu yang bersamaan hasilnya akan sama saja. Tidak ada artinya dan tidak banyak membantu.
 
Dia benar.  Tidak semua orang punya jiwa bisnis yang bagus.  Teman-2 saya banyak yang bangkrut dan bahkan jatuh miskin akibat salah kalkulasi.
 
Dia lalu bertanya lagi...
 
Jadi... bagaimana? Masih juga akan menunda-nunda pernikahanmu?
 
Bukankah akan jauh lebih baik mempercepat dan menyegerakan pernikahanmu dan menggabungkan kekuatan dan kemampuan kedua belah pihak, kamu dan pasanganmu, untuk mengejar segala impian?
 
Jangan takut akan masa depan karena itu rahasia Tuhan.
 
Kebahagiaan sejati tidak bisa diukur dengan harta, tahta dan kejayaan.  Kebahagiaan sejati baru akan bisa kita rasakan kalau kita sudah bisa menengok masa lalu tanpa penyesalan, menjalani hari ini dengan penuh percaya diri, dan mampu menatap hari esok tanpa rasa takut.
 
Dia tidak hanya berhenti sampai disitu, tapi dia mengingatkan saya untuk sebuah situasi yang sangat tidak diharapkan oleh siapapun.
 
Menurutmu, kapan kamu akan meninggal?  Rata-2 orang jaman sekarang meninggal di usia 75 tahun.  Berarti hanya 45 tahun lagi dari sekarang...! Coba hitung, berapa usia anak-2mu saat itu?
 
Saya terkejut dan membenarkan hal ini.  Rata-2 orang Indonesia jaman sekarang hanya sampai usia sekitar 75 tahun.  Mungkin karena pola kehidupannya yang sudah bergeser, atau Tuhan memang inginnya begitu.
 
Kalau anakku lahir di usiaku yang ke 31 tahun, maka untuk mencapai usia 75 tahun aku hanya punya waktu 44 tahun untuk mengurus, mendampingi dan melihat dia tumbuh.  Usia 44 tahun sudah cukup matang dan dewasa.  Mungkin malah aku sudah punya cucu saat itu.  Aku menghela napas lega.  Tapi seakan dia mampu membaca pikiranku dan bertanya :
 
Apa kamu yakin kamu akan berumur sepanjang itu? Sampai 75 tahun?  Sudahkah kamu melakukan general check up dengan kesehatanmu? Yakinkah kamu kecelakaan bisa terjadi kapan saja sesuai kehendak Tuhan?
 
Pertanyaannya sederhana, singkat, padat dan ... membuatku tidak bisa berkata apa-apa lagi.